TOS BARISTA, James Ratu: Peran Tokoh Agama Penting Dalam Menciptakan Pemilu Damai
|
Kefamenanu, Bawaslu TTU – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mengikuti diskusi tematik bertajuk Temu Obrol Santai Barisan Penyelesaian Sengketa (TOS BARISTA), Senin (8/6/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diikuti oleh seluruh Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota, Kepala Subbagian Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu dan Hukum (PPPSH) bersama staf di 22 Bawaslu Kabupaten/Kota se- Provinsi NTT. Kegiatan ini dilaksanakan secara Dalam Jaringan (Daring). Meski dilaksanakan dalam suasana yang santai, diskusi ini membawa substansi krusial sebagai langkah strategis untuk meningkatkan profesionalisme serta pemahaman mendalam mengenai penyelesaian sengketa proses pemilu.
Tema yang diusung pada diskusi TOS BARISTA edisi kali ini adalah Peran Tokoh Agama Dalam Menciptakan Pemilu Damai. Tokoh agama sangat penting karena memiliki legitimasi moral, dipercaya masyarakat lintas kelompok, serta mampu meredam konflik dan memperkuat persatuan.
Pada kegiatan ini yang menjadi pemateri berasal dari Anggota Bawaslu Kabupaten Sumba Barat, Yusti Rambu Karadji, S.Th., sementara yang menjadi penanggap berasal dari Anggota Bawaslu Kabupaten Ende, Maria Uria Ie, S.Akun.
Anggota Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur, Magdalena Yuanita Wake, S.H., M.H., ketika membuka kegiatan sekaligus sebagai keynote speaker mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk kita laksanakan namun tetap dalam suasana yang santai. “Kegiatan diskusi ini sangat substansial akan tetapi harus tetap terlaksana dalam suasana santai agar kita lebih cair, hangat, dan komunikatif”, ungkap Yuanita.
Di sisi lain Anggota Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur, James Welem Ratu, S.Pd. yang bertindak sebagai pemantik diskusi mengatakan bahwa peran tokoh agama sangat penting dan strategis. “Tokoh agama merupakan aktor strategis dalam menciptakan pemilu damai”, ujarnya
Lebih lanjut James dalam pemaparannya, membeberkan beberapa rekomendasi kebijakan sebagai upaya dalam menciptakan pemilu damai. “Adapun rekomendasi kebijakan dalam rangka menciptakan pemilu yang damai yakni dengan memperluas pendidikan pemilih berbasis komunitas, melibatkan tokoh agama dalam pencegahan pelanggaran, dan membangun forum komunikasi rutin”, beber James.
Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif dari seluruh peserta Bawaslu Kabupaten/Kota. Pertemuan ini menjadi ruang diskusi yang hangat dan penuh semangat. Kolaborasi lintas agama dan dukungan dari Bawaslu di setiap daerah adalah kunci untuk menciptakan pemilu yang aman, damai, jujur, dan bermartabat di Nusa Tenggara Timur.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu TTU