Lompat ke isi utama

Berita

Gali Pengalaman Tokoh Daerah, Bawaslu TTU Sambangi Mantan Bupati Drs. Antonius Amaunut

Dok: Humas Bawaslu TTU

Saat berlangsungnya Konsolidasi Demokrasi dengan mantan Bupati Timor Tengah Utara ke-6, Drs. Antonius Amaunut. Rabu (22/7/2026)

Kefamenanu, Bawaslu TTU – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi dengan menyambangi mantan Bupati Timor Tengah Utara ke-6, Drs. Antonius Amaunut. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mendapatkan pengalaman pribadi ketika menjadi ASN, Bupati dan Penyelenggara Pemilu guna Bawaslu memperkuat penyelenggaraan pemilu di luar tahapan pemilu dan pemilihan. Kegiatan ini menjadi momentum bagi Bawaslu TTU untuk membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, sekaligus menyerap berbagai masukan dari tokoh daerah guna memperkuat kualitas pengawasan pemilu dan pemilihan di masa mendatang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Timor Tengah Utara, Martinus Kolo, S.E., dan Heppy Oktavia, S.Pd. Diskusi berlangsung dalam suasana akrab dan santai dengan membahas berbagai dinamika penyelenggaraan pemilu, tantangan pengawasan, serta langkah-langkah yang perlu diperkuat untuk menjaga kualitas demokrasi.

Mengawali diskusi, Ketua Bawaslu TTU, Martinus Kolo, S.E., menyampaikan bahwa masa non-tahapan pemilu merupakan waktu yang tepat bagi Bawaslu untuk menjalin komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Menurut Martinus, pengalaman dan pandangan para tokoh daerah sangat dibutuhkan sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu.

"Hari ini menjadi kesempatan yang sangat istimewa bagi kami karena dapat bersilaturahmi dengan Bapak Drs. Antonius Amaunut. Pada masa non-tahapan ini kami mengunjungi berbagai stakeholder untuk memperoleh masukan, kritik, dan saran terhadap penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan yang telah berlangsung. Pengalaman Bapak Anton dalam menghadapi berbagai dinamika pemilu menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi Bawaslu," ujar Martinus.

Menanggapi hal tersebut, Drs. Antonius Amaunut menyampaikan bahwa penyelenggaraan pemilu saat ini memiliki tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan dengan masa lalu. Ia membagikan pengalamannya ketika menghadapi persoalan kepemiluan yang bahkan sempat berproses hingga ke pengadilan. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting agar setiap potensi persoalan dapat diantisipasi sejak dini.

"Pengalaman saya memang terjadi pada masa lampau, namun saya berharap hal tersebut dapat menjadi pembelajaran agar berbagai persoalan dalam penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan dapat dicegah sejak awal," ungkap Anton.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bawaslu TTU juga meminta pandangan terkait isu politik uang yang menjadi perhatian dalam Pemilu Tahun 2024. Menurut Anton yang juga mantan Ketua KPU TTU ini, Bawaslu harus terus menjalankan tugas dan fungsinya secara profesional dengan mengedepankan langkah-langkah pencegahan serta penanganan pelanggaran yang didasarkan pada alat bukti yang cukup.

"Penanganan politik uang harus dilakukan secara hati-hati dan berdasarkan bukti yang kuat. Setiap potensi pelanggaran perlu ditelusuri sejak dini agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar," jelasnya.

Selain itu, Anton juga menyoroti pentingnya menjaga data pemilih yang akurat karena terdapat pemilih yang sudah meninggal atau pemilih beralih status menjadi TNI/Polri masih terdaftar. Mantan Bupati TTU ini juga menyoroti pentingnya Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, penanganan dugaan pelanggaran netralitas ASN harus dilakukan secara objektif dan sesuai ketentuan hukum. Namun demikian, Anton menilai bahwa upaya pencegahan tetap menjadi langkah yang paling utama agar pelanggaran tidak terjadi.

Anton juga mengapresiasi pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024 yang secara umum berjalan dengan baik. Meskipun terdapat berbagai dinamika selama tahapan berlangsung. Seluruh persoalan dapat diselesaikan melalui mekanisme yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Timor Tengah Utara, Heppy Oktavia, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kesempatan berdiskusi bersama Drs. Antonius Amaunut. Menurutnya, berbagai pengalaman dan masukan yang disampaikan menjadi bekal penting bagi Bawaslu dalam meningkatkan kualitas pengawasan dan memperkuat upaya pencegahan pada penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan yang akan datang.

"Kami sangat mengapresiasi berbagai pengalaman, informasi, serta masukan yang disampaikan Bapak Anton. Hal tersebut menjadi referensi yang sangat berharga bagi Bawaslu Kabupaten Timor Tengah Utara dalam memperkuat fungsi pengawasan dan pencegahan demi terwujudnya pemilu yang berintegritas," ujar Heppy.

Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Timor Tengah Utara menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dan tokoh daerah. Masukan yang diperoleh diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan partisipatif, meningkatkan kualitas pencegahan pelanggaran, serta mewujudkan penyelenggaraan pemilu dan pemilihan yang demokratis, berintegritas, dan berkeadilan di Kabupaten Timor Tengah Utara. 

 

Penulis dan Foto: Humas Bawaslu TTU 

Editor: Humas Bawaslu TTU