Lompat ke isi utama

Berita

Romo Kristo : Demokrasi Sejati Bukan Soal Suara Terbanyak, Tetapi Semua Suara Dihargai Sama

Dok: Humas Bawaslu TTU

 

Saat berlangsungnya Sosialisasi Pengawasan Pemilu Kepada Penyandang Disabilitas Tingkat Bawslu Kabupaten TTU Tahun 2025, Rabu (26/11/2025)

 

Kefamenanu, Bawaslu TTU - Bawaslu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Kepada Penyandang Disabilitas Tingkat Kabupaten TTU Tahun 2025 bertempat di aula Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Benpasi, Rabu (26/11/2025).

Peserta pada kegiatan ini adalah siswa/i SLB Negeri Benpasi yang berumur 16 Tahun ke atas dan berjumlah 20 orang peserta dengan tingkat ketunaan yang berbeda-beda seperti tuna daksa, tuna grahita, tuna rungu dan autis. Narasumber eksternal pada kegiatan ini adalah Romo Kristoforus Ukat, S.Fil., M.Th. dari Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) Keuskupan Atambua.

Plt. Kepala Sekolah SLB Negeri Benpasi, ibu Yustina Metan Bitin Berek S.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa jauh dari tahun 1986 ketika sekolah ini berdiri, sampai dengan hari ini baru pertama kali kami disentuh dengan hal sosialisasi tentang kepemiluan.

“Ketika kami dikunjungi hari pertama oleh teman-teman Bawaslu kemudian diberitahu  bahwa akan ada kegiatan sosialisasi untuk anak-anak disabilitas, saya dengan senang hati menerima walaupun pada saat itu saya tidak berada ditempat. Setelah saya konfirmasi dengan teman-teman di sekolah, jujur dari mereka bahwa dari tahun 1986 sekolah ini berdiri, ditahun 2025 baru sekolah kami disentuh. Ini sesuatu yang sangat membanggakan” kata Yustina.

“Saya sebagai Plt. Kepala Sekolah Luar Biasa sangat mengharapkan bukan saja hanya kegiatan hari ini dan berakhir namun kedepan ada kegiatan-kegiatan lain yang memang menyentuh kami kaum disabilitas, tentu dengan senang hati kami siap menerima” lanjut Yustina.

Ketua Bawaslu TTU Martinus Kolo, SE dalam sambutannya ketika membuka kegiatan ini mengatakan, hari ini kami Bawaslu TTU merasa sangat senang dan juga bangga karena Plt. Kepala Sekolah memberikan ruang kepada Bawaslu untuk melakukan sosialisasi pengawasan Pemilu kepada Pemilih Disabilitas di SLB Negeri Benpasi Kabupaten TTU.

“Tahun ini untuk menghadapi Pemilu tahun 2029, kami berupaya untuk bisa membangun semangat dari pemilih disabilitas terutama yang masih muda-muda atau yang belum pernah merasakan menjadi pemilih pada Pemilu atau Pilkada, tutup Martinus.

Sementara Romo Kristoforus Ukat, S.Fil., M.Th dalam pemaparan materinya membahas terkait Urgensi Pemilih Disabilitas dalam Pemilu 2029. “Pemilu adalah hak semua warga negara, termasuk teman-teman penyandang disabilitas. Data BPS (2023) menunjukkan ada 22,97 juta penyandang disabilitas di Indonesia (sekitar 8,5% penduduk). Artinya, suara disabilitas sangat penting untuk menentukan masa depan Indonesia”.

Lebih lanjut Romo Kristo sapaan akrabnya, alam iman Katolik terutama setiap manusia mempunyai martabat yang sama. Semua dipanggil terlibat dalam kehidupan sosial dan politik.

“Peran Gereja di Kabupaten TTU menjadi tempat edukasi pemilu inklusif, menyediakan pendamping dan transportasi bila diperlukan dan mengingatkan bahwa memilih adalah tanggung jawab moral” sambung Romo Kristo.

Diakhir materinya Romo Kristo menegaskan bahwa teman-teman penyandang disabilitas adalah pemilih yang sah, warga negara seutuhnya dan bagian dari wajah asli demokrasi Indonesia. Pemilu 2029 harus menjadi pemilu inklusif, di mana hukum melindungi semua warga baik di TPS yang ramah dan aksesibel, masyarakat memahami dan mendukung, gereja mendorong partisipasi, dan suara disabilitas didengar dan dihargai.

“Demokrasi sejati bukan soal suara terbanyak, tetapi semua suara dihargai sama” tegas Romo Kristo.

Anggota Bawaslu TTU, Heppy Oktavia S.Pd yang juga membawakan materi terkait Pengawasan Partisipatif untuk Pemilu 2029 menjelaskan terkait apa itu pengertian Pemilu dan Pemilihan, tugas Bawaslu serta peran pengawas partisipatif dalam Pemilu 2029.

“Bawaslu tidak bisa sendiri. Bawaslu butuh adik-adik siswa/i semua untuk turut berpartisipasi memilih kemudian untuk turut serta mengawasi jalannya Pemilihan Umum nanti” ungkap Heppy dalam menutup kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu kepada Penyandang Disabilitas Tingkat Kabupaten TTU Tahun 2025.

 

Penulis dan Foto: Humas Bawaslu TTU 

Editor: Humas Bawaslu TTU