Perluas Basis Pengawasan, Bawaslu TTU Sasar Pemilih Pemula
|
Kefamenanu, Bawaslu TTU – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) bekerjasama dengan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Bikomi Selatan melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif bagi pemilih pemula. Kegiatan ini berlangsung di SMKN Bikomi Selatan, Desa Tublopo, Kecamatan Bikomi Selatan, Kamis (2/6/2022). Peserta dalam kegiatan ini adalah siswa-siswi serta para guru pada SMK Negeri Bikomi Selatan.
Kegiatan Sosialisasi ini digagas Bawaslu Kabupaten TTU dalam rangka untuk memperluas basis pengawasannya. Sosialisasi ini difokuskan pada pemilih pemula mengingat kelompok pemilih ini masih rendah pemahamanya akan penyelenggaraan Pemilu/Pemilihan, sehingga sudah tentu mudah dipengaruhi oleh kepentingan tertentu.
Ketua Bawaslu Kabupaten TTU, Martinus Kolo, SE dalam kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa dalam memberikan pendidikan kepada pemilih maka ada 2 tugas yang harus dilakukan Bawaslu.
“Tugas Bawaslu dalam memberikan pendidikan kepada pemilih, tidak hanya pada upaya partisipasi penggunaan hak pilih pada hari pemungutan suara akan tetapi bagaimana upaya untuk mengikutsertakan pemilih dalam pengawasan di setiap tahapan termasuk pemilih pemula itu sendiri. Sehingga melalui kegiatan sosialisasi ini kita dapat mengetahui apa itu pengawasan dan apa itu demokrasi yang baik serta bagaimana kita menggunakan hak pilih pada pemilu dan pemilihan di tahun 2024,” ungkap Martinus
Sementara itu Koordinator Divisi (Kordiv) Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Data, Informasi (SDMO dan Datin) Bawaslu Kabupaten TTU, Roswita Helen P. Taus, SE menguraikan soal tugas dan fungsi pokok serta kelembagaan Bawaslu. “Secara kelembagaan Bawaslu memiliki visi, misi, serta tugas pokok dan fungsi sebagai pengawas pemilu. Jika selama ini ada yang belum mengenal Bawaslu Kabupaten TTU, maka melalui kegiatan sosialisasi ini kami semakin dikenal secara luas oleh masyarakat,” harapnya
Selanjutnya, Kordiv Pengawasan, Hubungan Masyarakat, dan Hubungan Antar Lembaga (PHL) Bawaslu Kabupaten TTU, Nonato Sarmento, S.Si dalam pemaparannya menjelaskan mengenai tantangan dan pengawasan Pemilu partisipatif itu sendiri. “Tantangan yang sering muncul sebagai konflik pemilu diantaranya tidak diakomodirnya pemilih pemula sebagai pemilih. Karena itu melalui sosialisasi ini diharapkan bisa memberikan pemahaman kepada kita sebagai pemilih pemula, sehingga ikut berpartisipasi untuk suksesnya pemilu dan pemilihan serentak di tahun 2024,” jelas Nonato.
Nonato pun menambahkan bahwa pemilih pemula merupakan pemilih masa depan. Penyelenggaraan Pemilu/Pemilihan serentak di tahun 2024 yang akan datang dapat berjalan dengan baik dan demokratis, apabila para pemilih sudah sadar dan paham akan pentingnya demokrasi itu sendiri. Karena itu menanamkan nilai demokrasi sejak dini sangat diperlukan. Dari situ diharapkan dapat melahirkan pemilih yang cerdas yang mampu melaksanakan kehidupan sosial dan politik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila demi kesejahteraan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Peserta sosialisasi terpantau antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Pada sesi diskusi para peserta cukup aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi. Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan deklarasi tolak politik uang, ujaran kebencian, hoax, dan politisasi SARA. (HUMAS BWS TTU)