Pastikan Data Pemilih Akurat
|
Kefamenanu, Bawaslu TTU - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), mengikuti kegiatan Rapat Persiapan Pleno Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) Triwulan I Tahun 2026 Tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Nusa Tenggara Timur. Selasa, (31/03/2026).
Kegiatan ini diselanggarakan oleh Divisi Divisi Pencegahan, Partisipasi dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Provinsi NTT secara daring dengan melibatkan peserta dari Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT dan staff yang membidangi Pencegahan dan Hubungan Masyarakat.
Kegiatan ini dibuka oleh Koordinator Divisi P2H Bawaslu Provinsi NTT, Amrunur Muh. Darwan, S.Si.
Dalam arahannya, Amrunur menekankan pentingnya koordinasi antara tingkat provinsi dan kabupaten/kota guna memperoleh gambaran menyeluruh terkait proses pengawasan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yang telah dilakukan pada Triwulan I Tahun 2026.
“Rapat hari ini kita fokus untuk berkoordinasi agar kita mengetahui secara persis bagaimana proses pengawasan yang sudah dilakukan oleh teman-teman di daerah,” ujarnya.
Amrunur juga menyoroti pelaksanaan uji petik dan pengawasan pencocokan dan penelitian (coklit) terbatas yang tetap berjalan di kabupaten/kota, meskipun menghadapi tantangan, termasuk dalam suasana bulan Ramadan kemarin. Selain itu, jajaran diminta untuk menyampaikan hasil pengawasan secara rinci, baik terkait pelaksanaan coklit oleh KPU maupun uji petik yang telah dilakukan.
Lebih lanjut, Amrunur mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi pleno rekapitulasi yang umumnya dijadwalkan pada 01/04/2026 maupun diminggu berikutnya, serta perlunya mengantisipasi berbagai potensi permasalahan yang dapat muncul selama proses pengawasan berlangsung.
Dalam kesempatan sesi sharing dan diskusi, Bawaslu Timor Tengah Utara melalui Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi dan Hubungan Masyarakat (HPPH) Heppy Oktavia, S.Pd menyampaikan hasil uji petik pada Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan I Tahun 2026 sebanyak 61 data yang didominasi pemilih pindah keluar.
“Dari 61 data, terdapat 19 pemilih meninggal dunia dan 42 pemilih pindah keluar,” jelas Ibu Heppy.
Terkait pelaksanaan pengawasan, Heppy memastikan bahwa seluruh alat kerja pengawasan serta hasil uji petik telah dilaksanakan dan diunggah dalam sistem pelaporan yang tersedia.
Rapat ini juga menjadi ruang bagi jajaran Bawaslu daerah untuk menyampaikan kendala, termasuk pemanfaatan anggaran pengawasan dan pelaksanaan uji petik, guna memastikan pleno DPB berjalan lancar, transparan, dan akuntabel.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu TTU
Editor: Humas Bawaslu TTU