Lompat ke isi utama

Berita

Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu TTU Sambangi Kantor DPD Partai Gelora TTU

Dok: Humas Bawaslu TTU

Bawaslu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) foto bersama saat melakukan diskusi dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Pengurus Partai Gelora) Kabupaten TTU, (Senin 22/6/2026)

Kefamenanu, Bawaslu TTU - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menyambangi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelora Kabupaten TTU beserta jajaran Pengurus Partai lainnya dalam rangka melakukan Konsolidasi Demokrasi. Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat DPD Partai Gelora Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), (Senin 22/6/2026). 

Tujuan dilakukanya kegiatan dimaksud untuk penguatan peran Bawaslu dengan membangun sinergi antar lembaga politik dan pengawas, meningkatkan partisipasi masyarakat, mencegah konflik dan pelanggaran pemilu, serta menjaga integritas demokrasi di luar tahapan pemilu agar demokrasi di Kabupaten TTU semakin matang, transparan, dan berintegritas.

Ketua Bawaslu Kabupaten TTU sekaligus Koordinator Divisi SDMO, Diklat & Datin, Martinus Kolo SE, ketika di awal pembicaraannya mengatakan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah untuk menjaga kemitraan dan memastikan tidak ada jarak komunikasi antara Bawaslu dan stakeholders, terutama selama masa non-tahapan pemilu. Konsolidasi demokrasi merupakan upaya persiapan menuju tahapan pemilu 2029, di masa non tahapan, karena konsolidasi demokrasi itu bagian dari strategi untuk berbenah terhadap pelaksanaan pengawasan pemilu sebelumnya sekaligus mengidentifikasi tingkat resiko dalam pelaksanaan pengawasan di pemilu yang akan datang. “Saat ini kita berada di masa non tahapan pemilu, maka kehadiran kita hari ini untuk melakukan konsolidasi kepada partai politik guna mendapatkan input atau masukan kepada Bawaslu tentang tahapan pemilu yang telah berlalu agar berbenah di pemilu tahun 2029. Partai juga perlu melihat tahapan yang sudah kita lewati, apakah ada catatan yang perlu disampaikan agar kita refleksikan untuk kita benahi sehingga tidak terulang lagi baik menjelang ataupun saat berlangsungnya tahapan pemilu berikutnya. Kami perlu dapat input dari parpol, karena dari itu kita bisa jadikan sebagai bahan dalam rangka melakukan pemetaan kerawanan sekaligus sebagai landasan yang komprehensif untuk merumuskan strategi pencegahan yang tepat, terarah, efektif, dan berkelanjutan pada pelaksanaan pemilu yang akan datang”, ungkap Martinus

Sementara Ketua DPD Partai Gelora Kabupaten TTU, Fransiskus Alius mengatakan sangat mengapresiasi kinerja Bawaslu TTU dalam melakukan pengawasan tahapan Pemilu maupun Pemilihan Tahun 2024. Pada tahapan pemilu berlangsung, praktek politik uang masih menjadi isu primadona. “Praktek politik uang merupakan ancaman serius karena dapat merusak tatanan kehidupan berdemokrasi, melemahkan integritas proses politik, serta mengikis kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemerintahan yang seharusnya berjalan secara jujur dan adil”, katanya.

Di akhir kegiatan diskusi, Ketua Bawaslu Kabupaten TTU, Martinus Kolo,SE menuturkan bahwa semua hal yang dibahas merupakan masukan yang berharga buat Bawaslu Kabupaten TTU dalam berkiprah. “Hasil diskusi kita hari ini bisa menjadi bahan bagi kami untuk ditindaklanjuti dalam melakukan pemetaan kerawanan dan seterusnya. Bawaslu TTU telah melakukan sosialisasi ke berbagai pihak. Kunjungan hari ini, membuka ruang bagi kita, sehingga agenda pencegahan politik uang dan yang lainnya bisa kita lakukan bersama-sama, agar pemilu berjalan dengan baik sesuai aturan. Pendidikan politik bagi generasi muda juga perlu kita masifkan lagi.”, tutup Martinus. 

 

 

Penulis dan Foto: Humas Bawaslu TTU 

Editor: Humas Bawaslu TTU