Gelar Pembinaan Rohani: Pdt. Deazsy A. Liu Tatengkeng Tekankan Pentingnya Merawat Kebersamaan dalam Keberagaman
|
Kefamenanu, Bawaslu TTU – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU secara rutin memperkuat integritas, moralitas, dan mental spiritual aparatur pengawas pemilu melalui kegiatan pembinaan rohani. Kegiatan ini merupakan rangkaian program Jumat Sehati yang dijalankan oleh Bawaslu TTU setiap hari jumat. Peserta dalam kegiatan ini yakni Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten TTU, Kepala Sekretariat, Kepala Sub Bagian dan Staf Bawaslu Kabupaten TTU yang hadir secara Dalam Jaringan (Daring), Jumat, (30/10/2026).
Kegiatan pembinaan rohani ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan dan etika kerja yang luhur. Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat tugas dan tanggung jawab Bawaslu dalam mengawal pesta demokrasi menuntut tingkat kejujuran, keadilan, dan profesionalisme yang tinggi.
Dalam pengantar pembukanya, Ketua Bawaslu Kabupaten TTU Martinus Kolo menekankan pentingnya meningkatkan soliditas di lingkungan kerja. Martinus mengungkapkan bahwa di Kantor Bawaslu TTU dihuni oleh pegawai dari tiga latar belakang keyakinan yang berbeda yakni Kristen Katolik, Kristen Protestan dan Islam. Sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman tersebut, Ketua Bawaslu mengungkapkan bahwa kegiatan pembinaan rohani ini dilakukan secara bergantian dengan menghadirkan rohaniwan dari ketiga agama tersebut. "Di kantor Bawaslu ini kita dihuni oleh tiga agama, yaitu Kristen Katolik, Kristen Protestan dan Islam. Oleh karena itu, ke depan kegiatan pembinaan rohani ini akan kita lakukan secara bergantian untuk mengakomodir seluruh pegawai sesuai dengan keyakinan masing-masing. Keberagaman ini adalah kekuatan sekaligus wujud yang harus kita rawat bersama," ungkap Martinus.
Kegiatan pembinaan rohani kali ini menghadirkan Pdt. Deazsy A. Liu-Tatengkeng, S.Si., M.A. sebagai penceramah. Pesan moral kali ini yakni menanamkan persatuan dan kesatuan. Etika kerja yang baik dan jujur sangat mendukung dalam merawat harmoni di tengah keberagaman pegawai yang ada di lingkungan lembaga pengawas pemilu.
Pdt. Deazsy A. Liu-Tatengkeng dalam ceramahnya menyampaikan bahwa berada di dalam satu ruangan atau lingkungan kerja dengan berbagai tantangan dan perbedaan latar belakang bukanlah sebuah halangan, melainkan sebuah anugerah dan panggilan untuk saling melengkapi. "Ketika kita berada di dalam satu ruangan dengan berbagai tantangan dan latar belakang yang berbeda, disitulah ujian kedewasaan iman dan profesionalisme kita diuji. Perbedaan latar belakang bukanlah untuk dipertentangkan, melainkan dirajut menjadi kekuatan yang harmonis untuk mencapai satu tujuan yang mulia dalam melayani masyarakat," ujarnya
Pdt. Deazsy menambahkan bahwa tugas pengawas pemilu menuntut nila kejujuran, keadilan, dan integritas yang tinggi. Kekuatan mental dan spiritual yang bersumber dari keteguhan iman masing-masing individu menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai dinamika serta tekanan di lapangan. Dalam sebuah lingkungan kerja, menyapa sesama teman kerja tidak membutuhkan biaya. Namun terkadang untuk senyum dan menyapa teman saja sulit dilakukan. Ada yann bekerja dan hanya menjadilkan lembaga itu untuk mendapat uang, ada juga yang bekerja dengan penuh beban. Ini menunjukan bahwa individu tersebut masih belum leluasa dalam bekerja. Untuk itu seorang pengawas tidak hanya lahir dari pemahaman regulasi semata, tetapi dari hati nurani yang bersih serta komitmen moral untuk senantiasa berdiri di atas kebenaran dan keadilan.
Melalui kegiatan pembinaan rohani yang berkelanjutan ini, Bawaslu Kabupaten TTU menegaskan komitmennya untuk terus membangun kultur birokrasi yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang adil. Diharapkan, sinergi antara kompetensi profesional dan kematangan spiritual ini mampu melahirkan pengawas pemilu yang tangguh serta dipercaya oleh seluruh masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu TTU
Editor: Humas Bawaslu TTU